Minggu, 13 September 2009

Cinta Seringan Hidrogen..


Judul di atas masuk ke dalam otakku dengan lancangnya ketika supraku (baca: motor kebanggaanku) sedang asyik menyusuri jalan Kertajaya kemarin sore. Entah angin apa yang membawanya masuk tanpa permisi, sampai-sampai bibirku bergumam...."Aha!!"
Untung saja sekarang bulan Ramadhan, jadi aku maafkan segala kelancangan ini...
Mari kita mulai ceritanya dari percakapan seorang anak kecil bernama Yuda dengan seorang Abang Tukang Balon (ATB) di suatu kompleks perumahan.
Yuda : Bang, aku mau balon terbangnya yang warna biru! Berapa harganya Bang?
ATB : Iya Dek. Ini balonnya (sambil menyerahkan benang pengikat balon terbang). Dipegang yang kenceng ya, supaya balonnya g terbang. Harganya seribu.
Yuda : (menerima benang balon dengan tangan kiri dan menyerahkan uang seribu yang sudah digenggam erat dengan tangan kanan) Makasi ya Bang....Hore!!! (sambil loncat-loncat kegirangan).
ATB : (tersenyum kecil) Iya, sama-sama.
Masih di tempat yang sama, ATB mengisi gas ke dalam balon yang berwarna hitam.
Yuda : (mengernyitkan dahi tanda bingung) Bang, emang balon yang warna item bisa terbang juga?
ATB : Bisa donk, kan Abang isiin gas terbang!
Yuda : Hahaha...!
Untung saja setelah itu Yuda langsung masuk kedalam rumah sambil berlari kecil. Seandainya percakapan diantara mereka dilanjutkan, pasti akan seperti ini :
Yuda : Bang aku mau gas tebrangnya (maklum anak kecil, suka salah ngomong!) dimasukin ke perutku supaya aku bisa terbang!
ATB : ?!?@?#?@###^$
Dari percakapan di atas, dapat ditarik satu makna bahwa gas yang digunakan si Abang adalah gas Hidrogen...(lho?)
Pembaca : Yang serius dikit dong!!
Penulis : Ok..ok...aku mulai serius..
Makna fisiknya adalah kemampuan terbang balon-balon itu bukan terletak pada warnanya, tapi gas yang dimasukkan ke dalamnya. Balon merah, hijau, kuning, kelabu, biru, putih, jingga, maupun hitam, semuanya bisa terbang, asalkan diisi gas seringan hidrogen (ceileh, ilmu kimianya mulai keluar..!). Sudah bukan saatnya mempermasalahkan warna, itu hanya soal selera. Sebagus apapun balon itu dibuat, belum tampak indah bila belum diisi gas ke dalamnya. Semakin "ringan" gas yang diisikan, semakin besar pula kemampuan "terbang" balon itu.
ATB pasti akan menjual balon-balon terbang berukuran sama dengan harga yang sama, walaupun warnanya berbeda. Dan akan menjual lebih murah untuk balon-balon yang tidak berisi gas (itupun kalo dijual!). Aku tidak bisa membayangkan seorang anak kecil yang imut seperti Yuda menangis dengan keras setelah mengetahui harga balon berwarna biru lebih mahal dibandingkan balon warna lain, seperti percakapan di bawah ini:
Yuda : Bang, berapa harga balon yang warna biru?
ATB : Harganya seribu lima ratus. Kalo yang item, harganya seribu..
Yuda : Maaaaaaammmmmmmaaaaaaaaaaa!!! Uangnya kurangggggg!!! (sambil nangis masuk ke dalam rumah).
Kasian kan. Coba deh dibayangin..!
Sebagai pesan penutup, dengan terpaksa aku mengatakan bahwa kita memang berbeda dalam semua, tetapi tidak dalam cinta (cahaya bulan).

NB: Cerita ini hanya dikhususkan pada harga balon karena setelah aku survey di pasar Keputih, harga cabe merah dan cabe hijau ternyata berbeda. Mungkin karena mendekati Lebaran...(",)

selsurya.blogspot.com

2 komentar:

  1. gile bener
    narsis abis y loe

    BalasHapus
  2. cinta emang seringan gas hidrogen
    ada banyak d sekeliling kita
    namun kalo kebanyakan juga bisa jadi gas syaraf

    BalasHapus