Rabu, 13 Juli 2011

9 = CERMIN


Pada awalnya, aku menyukai angka 9 (sembilan) dengan alasan yang sederhana, karena angka 9 menunjukkan bulan lahirku, yaitu September. Seiring berjalannya waktu, aku pun mulai mengenal banyak angka, banyak rumus, banyak reaksi, yang kesemuanya itu membuatku menyukai hitung-menghitung. Dan itulah yang menyebabkan aku masuk jurusan IPA ketika di SMA, dan melanjutkan studi di bidang kimia. Mempelajari sesuatu yang aku sukai dan menyukai apa yang aku pelajari. Sederhana, tapi banyak orang yang akhirnya sukses dengan menerapkan prinsip ini. Semoga aku dan semua yang meyakini dan menerapkannya menjadi sukses juga. Amin.

Mari kita mulai. Sembilan adalah angka tunggal yang nilainya paling tinggi. Lalu bagaimana dengan 10, 11, 12, 20, 50, 100? Bilangan-bilangan tersebut memang nilainya lebih tinggi dibandingkan 9, namun tidak berdiri sendiri (tidak tunggal). Sebagai contoh, 10 memang lebih tinggi nilainya dibanding 9, hanya saja 10 merupakan gabungan angka 1 dan 0 yang kedua-duanya memiliki nilai lebih rendah dibandingkan 9. Dan disinilah menariknya. Sebagai angka tertinggi, 9 memiliki nilai keunikan yang lain apabila berada dalam operasi aljabar, seperti pertambahan dan perkalian. Aku tidak akan menjabarkan operasi aljabar yang rumit dan banyak ada pada artikel-artikel mengenai keunikan angka 9 karena aku pun tidak menyukai kerumitan. Bagi yang kurang menyukai perhitungan, ini adalah sebuah sudut pandang baru dalam melihat deretan angka-angka, dan bagi yang menyukai perhitungan, ini adalah catatan yang menarik.

Sebagian dari kita pasti tahu, atau lebih tepatnya hapal, perkalian angka 9. Namun, mungkin batasnya saja yang berbeda. Ada yang tahu hingga perkaliannya dengan 10, ada juga yang hapal sampai batas 15, dan seterusnya. Untuk memudahkan, aku hanya akan mengambil angka 5 sebagai batas perkalian dengan 9 dan secara berturut-turut hasil perkaliannya adalah 9, 18, 27, 36, dan 45 (perkalian 9 dengan 0 tidak dimasukkan karena semua bilangan yang dikalikan 0 akan sama dengan 0). Bila kita agak sedikit iseng dan memiliki waktu cukup banyak, mari kita jumlahkan hasilnya dari perkalian 9 tersebut menjadi 1 digit angka. 9 tetap 9, 18 menjadi 1+8 = 9, 27 menjadi 2+7 = 9, 36 menjadi 3+6 = 9, 45 menjadi 4+5 = 9. Menarik bukan? Semua hasil penjumlahan bilangan-bilangan tersebut mengacu pada satu angka, yaitu 9. Dan itu tidak berhenti sampai dengan 5 deret perkalian angka 9. Silakan rekan-rekan coba sendiri! Ini sangat menarik! Bagi yang sudah berulang kali mencobanya, pasti akan menemukan angka yang sama, yaitu 9. Lalu bagaimana dengan 123x9? 123x9 = 1107 (1+1+0+7 = 9). Jadikan 1 angka dan kita pasti mendapat 1 angka yang sama, apa lagi kalau bukan 9?!

Keunikan kedua ini aku ceritakan berdasarkan pengalamanku yang amat sering menjumlahkan angka-angka pada plat nomor kendaraan. Memang terkesan seperti kurang kerjaan, tapi aktivitas ini aku kerjakan dengan senang hati dan akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan “angka 9 adalah cermin”. Angka pada plat nomor kendaraan biasanya terdiri dari satu, dua, tiga, atau empat angka. Satu angka pada plat nomor kita abaikan. Kita bermain saja pada deretan dua, tiga, atau empat angka. Karena berhubugan dengan angka 9, aku akan memberikan contoh-contoh yang mengandung angka 9 pada deret-deret tersebut. Untuk dua deret, sebagai contoh 29, 49, dan 69. Apabila kita menjumlahkan 2 dan 9, akan didapat hasil 11, dan apabila kita merubah 11 menjadi satu angka akan didapatkan angka 1+1 = 2. Dua adalah angka pertama pada angka 29. Begitu juga dengan 49, 4+9 = 13, 1+3 = 4, dan 4 adalah angka pertama pada 49. Dan tanpa menghitung angka 69-pun akan menjadi 6. Bila memang ingin menghitungnya, silakan! Artinya, angka 9 pada ketiga bilangan itu (29, 49, 69) hanya menampakkan angka yang dijumlahkan padanya (2, 4, dan 6) apabila kita melakukan penjumlahan untuk mendapatkan hanya 1 digit angka. Atau dengan kata lain, angka 9 bisa diabaikan, tapi aku lebih senang menyebutnya “ANGKA 9 ADALAH CERMIN SATU ANGKA YANG DIJUMLAHKAN PADANYA”. Lalu bagaimana dengan deretan 3 atau 4 angka. Sama saja! Sebagai contoh 239, 679, dan 2395.
2+3+9 = 14, 1+4 = 5 hasilnya akan sama dengan 2+3 (tanpa 9) = 5
6+7+9 = 22, 2+2 = 4 hasilnya akan sama dengan 6+7 (tanpa 9) = 13, 1+3 = 4
2+3+9+5 = 19, 1+9 = 10, 1+0 = 1 hasilnya akan sama dengan 2+3+5 (tanpa 9) = 10, 1+0 = 1
Angka 9 bisa diabaikan dalam penjumlahan karena hanya sebagai “cermin” penjumlahan angka-angka di sekitarnya.

Mungkin sekian yang dapat aku bagi, mudah-mudahan ada manfaatnya. Setiap angka pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, sama seperti kita, nobody is perfect. Ini mungkin kelebihan angka 9, tapi tentu saja ada beberapa kelemahan. Sebagian besar orang pasti menginginkan mendapat ranking 1 dibanding 9, mendapat juara 1 dibanding 9. Hidup tidak akan lengkap tanpa dua sisinya. Silakan menyukai angka berapapun. Temukan kelebihannya dan jadikan hidup menarik!! Sukses selalu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar