Selasa, 03 Desember 2013

Keramaian Warung Penyetan

Dulu, saya anti 'keramaian'. Paling males kalau lihat orang bergerombol ada di satu tempat. Entah apa yang dilihat atau dicari. Maunya sih melatih pikiran supaya tidak ikut-ikutan, melawan mainstream. Jadi orang yang antimainstream itu keren. Makanya, saya agak males kalau diajak ke Mall atau ke tempat-tempat ramai. Tapi di satu sisi, saya juga tidak suka kalau diajak ke tempat yang terlalu sepi, seperti kuburan...haha. Agak galau juga.

Lambat-laun saya agak mengurangi ego yang satu ini. Sekarang saya suka ikut nimbrung kalau ada orang ramai di suatu tempat, terutama tempat makan, apalagi tempat makan penyetan. Bagi yang tidak mengerti tempat makan penyetan, ini mirip dengan warung-warung makan pecel lele dan lalapan. Memang yang dijual bukan hanya lele, ada tempe, tahu, ayam, bebek, ikan mujair, belut, telur, dll. Semuanya digoreng dan tentu saja disajikan dengan sambal dan lalapan. Hanya ada 2 sebab utama kenapa warung penyetan bisa ramai: Enak atau Murah. Bisa juga perpaduan keduanya. Sebab tambahan: yang goreng cantik..hehe

Tadi saya sempat melihat keramaian di salah satu warung penyetan di dekat tempat saya tinggal. Warung ini baru beberapa bulan buka, tapi keramaiannya cukup konstan hingga hari ini. Saya mampir saja. Pas masuk, saya langsung tahu apa yang membuat warung ini ramai. Konsep ini tidak dilakukan di warung penyetan lain di sekitarnya. Pertama, beberapa jenis ikan disajikan mentah dan segar, dikelilingi es batu. Orang datang memilih ikan dan meminta penjual menggorengkannya. Ini menghadirkan sensasi yang berbeda dibandingkan ketika kita memesan makanan di warung penyetan lain. Konsumen dilibatkan. Konsumen memakan ikan hasil pilihannya sendiri! Rasanya tetap ikan, tapi sensasinya beda. Kedua, ada 2 jenis sambal: pedas dan biasa. Ada juga irisan mangga muda untuk memberi rasa asam. Sambal ini ditaruh di ulekan besar. Masih fresh. Cita rasanya terjaga. Dalam dunia 'perpenyetan', yang menguasai sambal, menguasai pasar. Konsep ini bagus, konsumen bisa memilih 'tingkat' sambal mana yang sesuai dengan kondisi lidah dan perutnya. Dua hal itu yang saya tangkap dari kelebihan warung penyetan ini. Mungkin ada kelebihan-kelebihan lain yang luput dari pandangan saya, tapi bagi saya, 2 hal itu yang mencolok. Terkait harga, tentu saja itu relatif. Tapi bagi saya, cukup terjangkau.

Setelah saya makan, rasa sambalnya cukup enak. Rasa ikannya ya seperti ikan biasa, tapi karena saya yang pilih ikan itu, jadi rasanya enak..haha. Demikianlah yang bisa saya bagi malam ini, mudah-mudahan bisa memberi inspirasi dan mungkin juga ide untuk memilih menu makan malam ini. Selamat malam minggu, teman-teman! :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar