Senin, 25 Agustus 2008

Ada yang Hilang dari Perasaanku....

Digahayu Indonesia yang ke 63, mudah – mudahan panjang umur, sehat, sukses, dan segala keinginan tercapai....(lho?)

Hari ini memang bertepatan dengan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 63 tahun yang lalu. Tidak terasa Indonesia telah menjadi negara yang Merdeka selama enam puluh tahun lebih. Kemerdekaan itu sendiri tentu ada batasnya. Batas – batas tersebut adalah kemiskinan, pengangguran, utang luar negeri, korupsi, dan beberapa hal lain yang membuat kemerdekaan RI belum dapat kita rasakan secara ”sempurna”. Terlepas dari itu semua, pemerintah dan segenap (bukan seluruh) warga negara Indonesia telah berusaha dengan segenap (bukan seluruh) tenaga dan pikiran untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah dengan susah payah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa ini. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita bersyukur atas segala kenikmatan yang kita nikmati sekarang ini.

Kata kemerdekaan berteman akrab dengan kata kebebasan. Kebebasan itulah yang mungkin dialami Pedro dan Julieta. Dua makhluk indah ini telah aku pelihara dengan kasih sayang selama hampir delapan (baca : 8) tahun lamanya. Berwarna hijau dengan corak khas pada cangkangnya masing – masing membuatku selalu rindu bertemu. Hanya sebesar uang logam seratus rupiah saat aku pertama kali membelinya di toko bernama Lautan Mas. Tanggal ulang tahunnya pun hanya berselang satu hari dengan tanggal ulang tahunku. Mudah – mudahan sang Pencuri Yang Tidak Punya Peri Kebinatangan (PYTPPK), yang telah mencuri Pedro dan Julieta diampuni dari segala salah dan khilaf. Maafkan aku yang jarang merawatmu lagi karena jarak yang memisahkan. Mudah – mudahan sekarang kalian mendapat tempat yang lebih baik setelah ”terbebas” dari kolam berukuran 3m x 1m yang terdapat di rumah. Berat memang kehilangan sesuatu yang amat kita sayangi selama hampir 8 tahun, tapi aku yakin selalu ada pelangi setelah hujan reda.


”Kita boleh menyayangi sesuatu, tapi jangan berharap dapat memilikinya selamanya.” (Papa)
Ini adalah foto-foto Pedro dan Julieta:

Dengan Titrasi tahu Konsentrasi.....


Titrasi adalah suatu teknik yang banyak digunakan ahli kimia untuk menentukan konsentrasi dari larutan tertentu. Konsentrasi itu menunjukkan jumlah zat terlarut dalam suatu larutan. Kita misalkan saja larutan tersebut adalah segelas air jeruk. Buah jeruk yang manis itu biasanya dikonsumsi tidak hanya dengan memakannya langsung, tapi juga dibuat menjadi minuman jeruk yang segar, apalagi bila ditambahkan es batu dan diminum pada saat teriknya mentari di siang hari...hemmm. Buah jeruk yang akan dibuat minuman itu tentu saja harus diperas dulu agar didapat sari jeruk. Sari jeruk itu kemudian dilarutkan ke dalam air mineral dengan komposisi/takaran tertentu. Larutan tersebut kemudian diaduk rata. Hubungannya dengan konsentrasi tadi adalah, bahwa semakin banyak sari jeruk yang dilarutkan dalam air, semakin tinggi konsentrasi larutan jeruk tersebut dan oleh karenanya menjadi semakin pekat. Kembali ke teknik titrasi, teknik ini membutuhkan kesabaran ekstra untuk mendapatkan konsentrasi yang akurat dari suatu larutan. Volume titran dari buret harus dikontrol sedemikian rupa sehingga tidak melebihi titik akhir titrasi. Pembahasan mengenai titrasi dapat dibaca dengan serius pada buku-buku kimia analitik seperti buku-buku karangan Vogel dan Underwood.

Kita tidak akan membahas teknik titrasi secara lengkap untuk menghormati Vogel dan Underwood yang telah menuliskannya dengan indah pada bukunya masing-masing. Kita akan mengupas titrasi dari sudut pandang orang biasa....biasa nongkrong...biasa maen-maen...dan biasa-biasa saja..hehehe

Volume titran pada buret dapat kita ibaratkan dengan kapasitas masalah yang ada dalam kehidupan setiap manusia. Setiap tetes titran tersebut mengarahkan kita pada penentuan kualitas diri kita masing-masing. Pengetahuan mengenai kualitas diri ini penting mengingat kita hidup dalam suatu sistem masyarakat. Setelah mengetahui kualitas diri kita yang dianalogikan sebagai konsentrasi pada titrasi, kita menjadi lebih mampu untuk menempatkan diri. Begitu indahnya makna yang terkandung dalam titrasi ini, sehingga tidak aneh bila teknik ini begitu penting bagi kimiawan pada khususnya. Marilah kita bersama-sama menghadapi setiap masalah yang muncul dengan memulainya dengan satu pikiran bahwa masalah tersebut penting untuk suatu proses pematangan diri kita menuju kualitas yang lebih baik....ceileh!

Ekstraksi Berulang Kali..

Istilah ekstraksi sudah tidak asing lagi di telinga para kimiawan, industriawan, binaragawan, dan peragawan..hehe. Banyak produk – produk minuman, kosmetik, dan obat – obatan diolah melalui proses ekstraksi. Proses ekstraksi merupakan salah satu proses dari pemisahan senyawa suatu campuran. Hasil yang diperoleh berupa ekstrak dan residu. Ekstrak tersebut yang nantinya diolah lebih lanjut untuk berbagai kebutuhan. Kita tidak akan membahas teknik – teknik dalam proses ekstraksi lebih dalam karena hal tersebut cukup diketahui oleh kimiawan saja...(”,). Hal terpenting tentang proses ini adalah bahwa suatu ekstraksi yang efektif harus dilakukan beulang kali, sehingga didapat volume ekstrak yang maksimal. Penambahan pelarutpun harus dilakukan dengan volume yang terkontrol (sedikit demi sedikit).

Hal ini cukup menarik karena banyak aktivitas manusia yang membutuhkan teknik yang sama seperti kita melakukan ekstraksi. Banyak hal yang dilakukan dengan ”sedikit demi sedikit” untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Contoh yang paling dekat dengan mahasiswa seperti aku adalah ujian semester. Memperoleh hasil yang maksimal dari ujian semester tentu saja tidak bisa dilakukan dengan sistem kebut sedinoan. Hal tersebut sama dengan pemberian pelarut yang berlebihan terhadap campuran, sehingga ekstrak yang didapat tidak begitu maksimal.

Oleh karena itu, marilah kita memulai sesuatu ”sedikit demi sedikit” dengan penuh kesabaran untuk memperoleh hasil yang maksimal. Bila kita rajin menabung, maka akan mampu membeli gunung...(lho?)

Karena Hidup Bukan Pilihan...

Aku bersyukur dapat menikmati kehidupan di alam ini. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam hidup. Suatu kesempatan yang diberikan kepada makhluk untuk meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Ada orang yang menjalani hidup, ada yang menikmati hidup, ada juga yang menyia-nyiakan hidupnya. Apakah itu semua pilihan? Pertanyaan ini sungguh penting bagiku. Setidaknya dengan mengetahui jawaban dari pertanyaan ini membuat aku mengerti bahwa ada banyak orang yang mempunyai perbedaan pendapat tentang suatu pilihan. Terlepas dari semua itu, aku mempunyai jawaban sendiri dari pertanyaan di atas. Bagiku hidup bukanlah suatu pilihan karena hidup bukan untuk dipilih. Hidup merupakan suatu anugerah dari Tuhan yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur. Banyak hal dalam hidup ini yang menuntut kebijaksanaan manusia dalam berpikir dan menentukan pilihan karena dalam hidup banyak pilihan. Hal penting yang ingin aku sampaikan adalah bahwa hidup bukanlah suatu pilihan, tetapi dalam hidup banyak sekali pilihan. Bayangkan saja bila hidup dijadikan suatu pilihan, bisa dijalani dan dapat pula tidak dijalani. Hal terburuk dari pemikiran semacam ini adalah banyak orang yang nantinya mengabaikan pentingnya kehidupan sebagai suatu momen indah bagi umat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Tuhan. Hal ini nantinya berkorelasi dengan tindakan manusia menyikapi kehidupan itu sendiri. Banyak orang mengakhiri hidupnya karena menganggap remeh kehidupan. Tidak sedikit juga yang terlibat dengan tindakan – tindakan yang menurunkan kualitas hidup seseorang. Aku memang bukan orang yang paling mengerti hidup. Aku hanya seorang manusia yang begitu prihatin dengan banyaknya orang yang tidak menghargai hidupnya sendiri. Hal ini hampir dapat dibaca pada surat kabar setiap harinya. Memang banyak faktor yang menentukan perilaku seseorang. Faktor – faktor tersebut dapat datang dari dalam diri (fakor dalam) maupun dari lingkungan (faktor luar). Setidaknya dengan membangun sesuatu yang positif dari pikiran, kita mampu menciptakan suatu tindakan yang positif pula. Marilah kita bersama – sama menjalani kehidupan yang sudah dianugerahkan dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur....(Denpasar, 13 Agustus 2008)

Mengapa logam mengalami korosi?

Mengapa logam mengalami korosi?

Orang lumayan pinter : Karena logam bereaksi secara langsung dengan oksigen (O2) yang terkandung dalam udara sehingga membentuk oksida logam.

Orang awam : Korosi itu apa ya Mas? (?!?!@#)?)

Orang biasa :
Semua yang ada di alam ini ingin merasa ”nyaman”. Kita lebih cenderung suka berjalan dibandingkan harus berlari. Kita lebih merasa nyaman ketika beristirahat dibandingkan terus berjalan. Konsep ini memberi makna bahwa semua yang ada di alam ini cenderung ingin mencapai kestabilan. Begitu juga dengan logam. Logam ingin merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan mengalami suatu proses yang disebut dengan korosi. Logam dihasilkan dari suatu proses atau isolasi dari mineral / batuan logam. Logam cenderung ingin kembali ke bentuk semula setelah mengalami suatu proses pembentukan dan merasa nyaman dengan kondisi itu.

Logam saja ingin merasa nyaman, apalagi manusia yang notabene dikarunia akal pikiran oleh Tuhan. Segala usaha dilakukan untuk memperoleh kenyamanan itu. Sudah seharusnya kita senantiasa bersyukur atas karunia – Nya, sehingga hidup kita terasa lebih ”nyaman”....(”,)

Surat Cinta Anak Kimia Fisik (KF)

Teruntuk Levine (dari Atkin)



Reaksi ini telah lama berlangsung dalam tabung hatiku

Bergejolak pada tekanan dan temperatur yang terus berubah

Entah endotermis atau eksotermis

Mustahil ku dapat mengukur entalpinya

Ini semua karena satu hal...dirimu

Tak kunjung datang kesetimbangan yang kuimpikan

Tak kunjung hadir senyum indahmu yang memberikan energi maksimum

Derajat ketidakteraturanku meningkat

Reaksi bergeser tak tentu arah...

Mungkin ini baru awal

Dari satu bukti adanya vibrasi diantara kita

Bukti bahwa hatiku berotasi terhadapmu

Kuberharap ada satu adhesi diantara kita

Agar terbentuk suatu polimer cinta yang sangat indah

Paduan dari banyak proses yang berliku...

It’s just about me….

Aku orang yang simpel. Satu hal yang paling aku banggakan dalam hidup adalah aku memiliki seorang ibu yang sangat cantik di dunia ini. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikannya. Tidak ada orang lain yang seperti dia…

Laut adalah pemandangan yang paling aku sukai. Aku menaruh perhatian yang sangat besar pada setiap hembusan angin laut dan deburan – deburan ombak. Warna biru selalu membuatku berada pada tingkat energi maksimal, penuh percaya diri, dan penuh ketenangan.

Aku percaya bahwa pada setiap masalah memiliki jalan keluar. Prinsip yang aku pegang tentang masalah adalah masalah muncul karena dipermasalahkan...! (Mami). Hidup itu penuh keajaiban. Semua terkontrol oleh suatu energi yang Maha Besar, yang tak ada seorangpun dengan energinya dapat menandingi – Nya.

Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang aku cari dalam hidup ini. Kebahagiaan itu sudah melekat dan tidak terpisah dari diriku. Yang ada hanyalah ketidakbahagiaan terkadang menyelimuti kebahagiaan itu sehigga tidak dirasakan secara maksimal. Usaha – usaha untuk menyingkirkan segala ketidakbahagiaan itulah yang aku lakukan sampai sekarang ini.

Prinsipku tentang hidup adalah mengalir bagai air. Kata – kata yang sederhana, tapi memiliki makna yang dalam buatku. Terkadang sulit mengalirkan begitu saja sesuatu yang melekat erat dalam pikiran. Terkadang sulit melepaskan rasa ingin memiliki sesuatu. Terkadang juga ingin memberontak terhadap sesuatu yang tidak sesuai keinginan. Prinsip yang sesuai untuk seorang anak plegmatis.....