Senin, 25 Agustus 2008

Karena Hidup Bukan Pilihan...

Aku bersyukur dapat menikmati kehidupan di alam ini. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam hidup. Suatu kesempatan yang diberikan kepada makhluk untuk meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Ada orang yang menjalani hidup, ada yang menikmati hidup, ada juga yang menyia-nyiakan hidupnya. Apakah itu semua pilihan? Pertanyaan ini sungguh penting bagiku. Setidaknya dengan mengetahui jawaban dari pertanyaan ini membuat aku mengerti bahwa ada banyak orang yang mempunyai perbedaan pendapat tentang suatu pilihan. Terlepas dari semua itu, aku mempunyai jawaban sendiri dari pertanyaan di atas. Bagiku hidup bukanlah suatu pilihan karena hidup bukan untuk dipilih. Hidup merupakan suatu anugerah dari Tuhan yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur. Banyak hal dalam hidup ini yang menuntut kebijaksanaan manusia dalam berpikir dan menentukan pilihan karena dalam hidup banyak pilihan. Hal penting yang ingin aku sampaikan adalah bahwa hidup bukanlah suatu pilihan, tetapi dalam hidup banyak sekali pilihan. Bayangkan saja bila hidup dijadikan suatu pilihan, bisa dijalani dan dapat pula tidak dijalani. Hal terburuk dari pemikiran semacam ini adalah banyak orang yang nantinya mengabaikan pentingnya kehidupan sebagai suatu momen indah bagi umat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Tuhan. Hal ini nantinya berkorelasi dengan tindakan manusia menyikapi kehidupan itu sendiri. Banyak orang mengakhiri hidupnya karena menganggap remeh kehidupan. Tidak sedikit juga yang terlibat dengan tindakan – tindakan yang menurunkan kualitas hidup seseorang. Aku memang bukan orang yang paling mengerti hidup. Aku hanya seorang manusia yang begitu prihatin dengan banyaknya orang yang tidak menghargai hidupnya sendiri. Hal ini hampir dapat dibaca pada surat kabar setiap harinya. Memang banyak faktor yang menentukan perilaku seseorang. Faktor – faktor tersebut dapat datang dari dalam diri (fakor dalam) maupun dari lingkungan (faktor luar). Setidaknya dengan membangun sesuatu yang positif dari pikiran, kita mampu menciptakan suatu tindakan yang positif pula. Marilah kita bersama – sama menjalani kehidupan yang sudah dianugerahkan dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur....(Denpasar, 13 Agustus 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar