Minggu, 11 Januari 2009

Berani Jatuh Cinta, Berani Bahagia!!

Mendengar kata cinta mungkin akan membahagiakan beberapa orang, membuat orang yang lainnya mencibir, atau bahkan ada yang langsung pergi karena memiliki pengalaman yang buruk akan hal ini. Namun, aku cukup bahagia bahwa masih ada yang mengklik judul ini dan mencoba mencari sesuatu yang mungkin berguna untuk menjadi bahan pemikiran.

Semua makhluk dikaruniai cinta. Cinta itu bagai energi yang tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Seorang pelukis mentransformasikan cintanya melalui kuas lukis yang menari indah di atas kanvas. Seorang penyair mampu menuangkan cintanya pada bait-bait puisi yang indah. Semuanya terasa indah, mengalir begitu saja tanpa ada yang menahan. Itulah realitas cinta…

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Apakah benar semua itu? Lalu mengapa ada orang yang sakit hatinya karena cinta?

Aku bukan orang yang tidak pernah sakit hati. Aku hanya seseorang yang baru saja tersadar bahwa cinta tidak membawa kita pada kesengsaraan. Dengan cinta, kita belajar menerima dengan ikhlas dan memberi dengan tulus. Hasrat dan nafsu untuk memilikilah yang sering membawa kita pada jurang ketidakbahagiaan. Cinta yang sejati selalu membawa pertumbuhan (kebaikan bagi seorang yang sedang mencintai dan bagi seorang yang dicintai), bukan bersifat posesif yang obsesif. So, tidak ada lagi sakit hati karena cinta….

Cinta terlalu indah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Jutaan definisi cinta akan lahir dengan spontan apabila hal tersebut dipertanyakan. Berikut ini adalah beberapa bukti-buktinya :

Cinta adalah suatu campuran yang aneh dari hal-hal yang bertentangan. Di dalam cinta terkandung kasih sayang dan kemarahan, kegairahan dan kebosanan, kestabilan dan perubahan, pembatasan dan kebebasan. Paradoks cinta yang paling mendasar adalah bahwa dua menjadi satu, namun tetap dua (Dr. Les Parrott III dan Dr. Leslie Parrott).

Cinta bagaikan sebuah pertandingan tenis; Anda tidak akan pernah menang terus- menerus sebelum Anda belajar untuk melakukan pukulan awal dengan baik (Dan P. Herod).

Cinta adalah keinginan untuk mengembangkan diri sendiri dengan maksud memelihara pertumbuhan spiritual sendiri atau perkembangan spiritual orang lain (Dr. Scott Peck).

Cinta bagaikan aliran air yang bermuara pada lautan kebahagiaan (Penulis).

Biarkanlah cinta menemukan arti sejatinya bersama semilir sang waktu dan menemukan resonansinya di antara gemuruh gelombang kalbu.

Cinta juga tidak buta. Bahkan dengan cinta kita mampu melihat sesuatu yang tidak mampu dilihat oleh mata kita. Kita mampu melihat keikhlasan, ketulusan, pengorbanan, dan kepercayaan. Sungguh luar biasa….!!

Akhir kata, jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya. Viel Gl├╝ck….!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar